Sabtu, 07 November 2015

SIKAP, MOTIVASI, DAN KONSEP DIRI


DEFINISI SIKAP

      Secara umum, pengertian sikap (attitude) adalah perasaan, pikiran, dan kecenderungan seseorang yang kurang lebih bersifat permanen mengenal aspek-aspek tertentu dalam lingkungannya. Komponen-komponen sikap adalah pengetahuan. perasaan-perasaan, dan kecenderungan untuk bertindak. Dalam pengertian yang lain, sikap adalah kecondongan evaluatif terhadap suatu objek atau subjek yang memiliki konsekuensi yakni bagaimana seseorang berhadap-hadapan dengan objek sikap. Tekanannya pada kebanyakan penelitian dewasa ini adalah perasaan atau emosi. Sikap yang terdapat pada diri individu akan memberi warna atau corak tingkah laku ataupun perbuatan individu yang bersangkutan. Dengan memahami atau mengetahui sikap individu, dapat diperkirakan respons ataupun perilaku yang akan diambil oleh individu yang bersangkutan.
Para ahli juga banyak menyumbangkan pengertian sikap. Berikut ini pengertian sikap dari beberapa ahli:
  • Notoatmodjo S. (1997): Sikap adalah reaksi atau respons yang masih tertutup dan seseorang terhadap suatu stimulus atau objek.
  • Bimo Walgito, (2001): Sikap adalah organisasi pendapat, keyakinan seseorang mengenai objek atau situasi yang relatif ajeg, yang disertai adanya perasaan tertentu, dan memberikan dasar pada orang tersebut untuk membuat respons atau berpenilaku dalam cara tertentu yang dipilihnya.
Komponen sikap
Meski ada begitu banyak pengertian sikap, yang pasti, dalam berbagai ulasan tentang sikap selalu ditemui beberapa konstruksi yang relatif tetap, berkaitan dengan jenis, dimensi, dan hierarki sikap. Umumnya, ada tiga jenis sikap manusia:
  • Kognitif, yang berkaitan dengan apa yang dipelajari, tentang apa yang diketahui tentang suatu objek;
  • Afektif, atau sering disebut faktor emosional, yang berkaitan dengan perasaan (bagaimana perasaan tentang objek);
  • Psikomotorik atau konatif, yakni perilaku (behavioral) yang terlihat melalui predisposisi suatu tindakan.
Sifat-Sifat Sikap
Secara umum bahwa sikap dapat dibagi menjadi dua sifat yaitu sifat negative dan sifat positif. Sifat negative menimbulkan kecenderungan untuk menjauh, memberi ataupun tidak menyukai keberadaan suatu objek. Sedangkan sifat positif menimbulkan kecenderungan untuk menyenangi, mendekat, menerima atau bahkan mengharapkan kehadiran objek tertentu. Sikap selain memiliki dua sifat, juga memiliki beberapa cir-ciri antara lain :
1. Sikap selalu menggambarkan hubungan subjek dengan objek
2. Sikap tidak dibawa sejak lahir tetai dipelajari berdasarkan pengalaman dan latihan
3. Karena sikap dapat dipelajari maka sikap dapat diubah meskipn sulit
4. Sikap tidak menghilang walau kebutuhan sudah terpenuhi
5. Sikap tidak hanya satu macam saja melainkan sangat beragam sesuai dengan objek yang menjadi pusat perhatiannya
6. Dalam sikap tersangkut faktor motivasi dan perasaan


Penggunaan Multiatribute Attitude Model untuk memahami sikap konsumen
  1. The attribute-toward-object model:
Digunakan khususnya menilai sikap konsumen terhadap satu kategori produk atau merk spesifik. Hal ini untuk menilai fungsi kehadiran dan evaluasi terhadap sesuatu.Pembentukan sikap konsumen yang dimunculkan karena telah merasakan sebuah objek. Hal ini mempengaruhi pembentukan sikap selanjutnya.
2.    The attitude-toward-behavior model

Lebih digunakan untuk menilai tanggapan konsumen melalui tingkah laku daripada sikap terhadap objek. Pembentukan sikap konsumen akan ditunjukan berupa tingkah laku konsumen yang berupa pembelian ditempat itu.

3.    Theory of-reasoned-action model

Menurut teori ini pengukuran sikap yang tepat seharusnya didasarkan pada tindakan pembelian atau penggunaan merk produk bukan pada merek itu sendiri tindakan pembelian dan mengkonsumsi produk pada akhirnya akan menentukan tingkat kepuasan.

Petingnya Feeling dalam memahami Sikap Konsumen
Azwa (1995) menyimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pembetukan sikap adalah pengalaman pribadi, kebudayaan, orang lain yang dianggap penting, media massa, institusi atau lembaga pendidikan dan lembaga agama, serta faktor emosi dalam individu.
  1. Pengalaman pribadi Middlebrook (dalam Azwar 1995) mengatakan bahwa tidak adanya pengalaman yang dmiliki oleh seseorang dengan suatu objek psikologis, cenderung akan membentuk sikap negative terhadap objek tersebut. Sikap akan lebih mudah terbentuk jika yang dialami seseorang terjadi dalam situasi yang melibatkan emosi, karena penghayatan akan pengalama lebih mendalam dan lebih lama membekas.
  2. Pengaruh orang lain yang dianggap penting individu pada umumnya cenderung memiliki sifat yang konformis atau searah dengan sikap orang yang dianggap penting yang didorong oleh oleh keiinginan untuk berafiliasi dan keinginan untuk menghidari konflik.
  3. Pengaruh Kebudayaan Burrhus Frederic Skin, seperti yang dikutip Azwar sangat menekankan pengaruh lingkungan (termasuk kebudayaan) dalam membentuk pribadi seseorang. Kepribadian merupakan pola perilaku yang konosisten yang menggambarkan sejarah reinforcement yang kita alami (Hergenhandalam azwar, 1995). Kebudayaan memberikan corak pengalaman bagi individu dalam suatu masyarakat. Kebudayanlah yang menanamkan garis penpgrah sikap individu terhadap berbagai maslah.
  4. Media massa berbagai bentuk media massa seperti televisi, radio, surat kabar, majalah dan lain-lain mempunyai pengaruh yang besar dalam pembentukan opini dan kepercayaan orang. Media massa memberikan pesan-pesan yang sugestif yang mengarahkan opini seseorang. Adanya informasi baru mengenai sesuatu hal memberikan landasan kognitif baru bagi terbentuknya sikap terhadap hal tersebut. Jika cukup kuat pesar-pesan sugestif akan memberi dasar efektif dalam menilai sesuatu hal sehingga terbentuklah arah sikap tertentu.
  5. Lembaga pendidikan dan lembaga agama. Lembaga pendidikan serta lembaga agama sebagai sesuatu system mempunyai pengaruh dalam pembentukan sikap dikarenakan keduanya meletakkan dasar pengertian dan konsep moral dalam diri individu. Pemahaman akan baik dan buruk, garis pemisah antara sesuatu yang boleh dan tidak boleh dilakukan, diperoleh dari pendidikan dan dari pusat keagamaan serta ajaran-ajarannya. Dikarenakan konsep moral dan ajaran agama sangat menentukan system kepercayaan maka tidaklah mengherankan kalau pada gilirannya kemudian konsep tersebut ikut berperan dalam menentukan sikap individu terhadap sesuatu hal.

Penggunaan Sikap dan Maksud untuk Memperkirakan Perilaku Konsumen

Werner dan Pefleur (Azwar, 1995) mengemukakan 3 postulat guna mengidentifikasikan tiga pandangan mengenai hubungan sikap dan perilaku, yaitu postulat of consistency, postulat of independent variation, dan postulate of contigent consistency.

Berikut ini penjelasan tentang ketiga postulat tersebut :
  1. Postulat Konsistensi : mengatakan bahwa sikap verbal memberi petunjuk yang cukup akurat untuk memprediksikan apa yang akan dilakukan seseorang bila dihadapkan pada suatu objek sikap. Jadi postulat ini mengasumikan adanya hubungan langsung antara sikap danperilaku.
  2. Postulat Variasi Independen : Postulat ini mengatakan bahwa mengetahui sikap tidak berarti dapat memprediksi perilaku karena sikap dan perilaku merupakan dua dimensi dalam diri individu yang berdiri sendiri, terpisah dan berbeda. 
  3. Postulat Konsistensi Kontigensi : menyatakan bahwa hubungan sikap dan perilaku sangat ditentukan oleh faktor-faktor situasional tertentu. Norma-norma, peranan, keanggotaan kelompok dan lain sebagainya, merupakan kondisi ketergantungan yang dapat mengubah hubungan sikap dan perilaku. Oleh karena itu, sejauh mana prediksi perilaku dapat disandarkan pada sikap akan berbeda dari waktu ke waktu dan dari satu situasikesituasilainnya. Postulat yang terakhir ini lebih masuk akal dalam menjelaskan hubungan sikap dan perilaku.

Dinamika proses motivasi
Proses motivasi :
  1. Tujuan Perusahaan harus bias menentukan terlebih dahulu tujuan yang ingin dicapai, baru kemudian konsumen dimotivasi ke arah itu.
  2. Mengetahui kepentingan. Perusahaan harus bisa mengetahui keinginan konsumen tidak hanya dilihat dari kepentingan perusahaan semata
  3. Komunikasi Efektif. Melakukan komunikasi dengan baik terhadap konsumen agar konsumen dapat mengetahui apa yang harus mereka lakukan dan apa yang bisa mereka dapatkan.
  4. Integrasi Tujuan. Proses motivasi perlu untuk menyatukan tujuan perusahaan dan tujuan kepentingan konsumen. Tujuan perusahaan adalah untuk mencari laba serta perluasan pasar. Tujuan individu konasumen adalah pemenuhan kebutuhan dan kepuasan.kedua kepentingan di atas harus disatukan dan untuk itu penting adanya penyesuaian motivasi.
  5. Fasilitas. Perusahaan memberikan fasilitas agar konsumen mudah mendapatkan barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan.

Kegunaan dan Stabilitas Pola Motivasi

Motivasi menurut American Encyclopedia adalah kecenderungan (suatu sifat yang merupakan pokok pertentangan) dalam diri sesoerang yang membangkitkan topangan dan tindakan. Motivasi meliputi factor kebutuhan biologis dan emosional yang hanya dapat diduga dari pengamatan tingkah laku manusia.
Dengan demikian motivasi dapat diartikan sebagai pemberi daya penggerak yang menciptakan kegairahan seseorang agar mereka mau bekerjasama,bekerja efektif dan terintegrasi dengan segala upayanya untuk mencapai kepuasan.motivasi konsumen adalah keadaan di dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan guna mencapai suatu tujuan.
Dengan adanya motivasi pada diri seseorang akan menunjukkan suatu perilaku yang diarahkan pada suatu tujuan untuk mencapai sasaran kepuasan. Jadi motivasi adalah proses untuk mempengaruhi seseorang agar melakukan sesuatu yang diinginkan. Motivasi konsumen yang dilakukan oleh produsen sangat erat sekali berhubungan dengan kepuasan konsumen. Untuk itu perusahaan selalu berusaha untuk membangun kepuasan konsumen dengan berbagai kebutuhan dan tujuan dalam konteks perilaku konsumen mempunyai peranan penting karena motivasi timbul karena adanya kebutuhan yang belum terpenuhi dan tujuan yang ingin dicapai.kebutuhan menunjukkan kekurangan yang dialami seseorang pada suatu waktu tertentu. Kebutuhan dipandang sebagai penggerak atau pembangkit perilaku. Artinya jika kebutuhan akibat kekurangan itu muncul, maka individu lebih peka terhadap usaha motivasi para konsumen.

Memahami kebutuhan konsumen
Kebutuhan konsumen dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
  1. fisiologis. Dasar-dasar kelangsungan hidup, termasuk rasa lapar, haus dan kebutuhan hidup lainnya.
  2. keamanan. Berkenaan dengan kelangsungan hidup fisik dan keamanan
  3. afiliasi dan pemilikan. Kebutuhan untuk diterima oleh orang lain, menjadi orang penting bagi mereka.
  4. prestasi. Keinginan dasar akan keberhasilan dalam memenuhi tujuan pribadi
  5. kekuasaaan. Keinginan untuk emndapat kendali atas nasib sendiri dan juga nasib orang lain
  6. ekspresi diri. Kebutuhan mengembangkan kebebasan dalam ekspresi diri dipandang penting oleh orang lain.
  7. urutan dan pengertian. Keinginan untuk mencapai aktualisasi diri melalui pengetahuan, pengertian, sistematisasi dan pembangunan system lain.
  8. pencarian variasi. Pemeliharaan tingkat kegairahan fisiologis dan stimulasi yang dipilih kerap diekspresikan sebagai pencarian variasi
  9. atribusi sebab-akibat. Estimasi atau atribusi sebab-akibat dari kejadian dan tindakan          
  10. Sumber :

Minggu, 01 November 2015


SUMBER DAYA EKONOMI
Sumber Daya Ekonomi adalah Alat yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia,wujudnya berupa barang atau jasa.
Sumber daya ekonomi dibagi menjadi 4 macam:
  1. Sumber Daya Alam (SDA)
  2. Sumber Daya Manusia (SDM)
  3. Sumber Daya Kewirausahaan
  4. Sumber Daya Modal
1. -Sumber Daya Alam adalah segala sesuatu yang disediakan oleh alam.
    -Cara Pemanfaatannya : 
      Melestarikannya dan mengelola dengan sebaik dan sebenar mungkin.
    -Contoh :
     angin,air,tumbuhan Dsb.
2. Sumber Daya Manusia adalah segala kegiatan manusia baik fisik maupun rohani yang ditunjukkan untuk kegiatan produksi.
    -Cara Pemanfaatannya :
     Adanya pembagian tugas dan kesehariannya.
    -Contoh :
     Dokter,nelayan,petani,direktur Dsb.
3. Sumber Daya Kewirausahaan adalah Semangat, sikap, dan perilaku seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan ekonomi sehingga bisa menghasilkan keutungan.

Orang yang memiliki mental kewiraushaan disebut wirausaha.
Seseorang wirausaha pasti memiliki : Keberaniaan, kreativitas, selalu berpikiran jauh ke depan, dan bisa melihat peluang usaha yang menguntungkan.
Contoh : Mendirikan usaha tempe, usaha baju, usaha kerudung, usaha tahu, usaharoti, dll.
Cara Pemanfaatan : a. Melayani dengan baik,
      b. Tidak merugukan, 
     c. Mengurangi pengangguran, dll.
Ciri - Ciri Seorang Wirausaha :
a. Memiliki metal kuat,
b. Mampu melihat peluang bisnis,
c. Pandai memimpin perusahaan (Memiliki kecakapan pemimpin),
d. Memiliki keterampilan (kreatif dan inovatif),
e. Mempunyai pandangan kedepan (Selali inin maju),
f. Percaya Diri, optimis, dan mandiri,
g. Pekerja keras.
4. Sumber Daya Modal adalah Sumber Daya yang dibuat oleh manusia baik berupa uang maupun barang dan digunakan untuk membantu kegiatan produksi.
Contoh : Bahan baku, loyang, mixer, tanah untuk pertanian, dll.
Berupa Uang Atau Barang.
Cara Pemanfaatan : a. Menggunakan efisien (sesuai kebutuhan),
         b. Merawat, memperbaiki, memelihara secara rutin, dll.
Sumber Daya Modal dibagi menjadi 3 yaitu :
Berdasarkan Corak Pemakaiannya ada 2 macam Yaitu :
a. modal tetap adalah modal yang tahan lama dan dapat dipakai berkali – kali untuk kegiatan produksi.

b. modal lancar adalah modal yang hanya dapat dipakai untuk proses produksi selama satu kali.


Berdasarkan Cara Pembentukannya : 
a. Pembentukan Secara Sukarela (Voluntary Saving). Misalnya : Simpanan - simpanan modal dari bank.
b. Pembentukan Secara Paksa (Force Saving). Misalnya : Penarikan pajak dari pemerintah.

Berdasarkan Sumbernya : 
a. Modal Individu adalah Modal seseorang yang dimiliki dari kekayaan yang memberikan pendapat bagi pemiliknya,
b. Modal Asing adalah Modal yang diperoleh dari luar perusahaan dan bertujuan untuk mengembangkan perusahaan.

Kondisi perekonomian masyarakat
Masyarakat hidup dengan segala potensi Sumber Daya Alam yang ada dan memadai. Sumber Daya yang ada tersebut akan sangat berpengaruh terhadap kondisi perekonomian rakyat apabila mereka mampu mengolah dan menggunakan sumber daya tersebut. Dalam kenyataannya, masih banyak masyarakat yang mengalami kondisi perekonomian rendah, padahal banyak sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Pola umum perubahan masyarakat yang ada terjadi dalam 3 sektor utama, yaitu (1) sektor produksi pertanian, (2) sektor industri, dan (3) sektor jasa.
Suparna (1992:69), menyebutkan bahwa dalam masyarakat, ada perubahan-perubahan ekonomi yang terjadi dan mengikuti pola umum tersebut, yaitu :
·         Masyarakat bekerja dengan tujuan utama untuk memenuhi kebutuhan pokok, bukan untuk memperoleh hasil kerja yang sebesar-besarnya. Dalam hal ini, masyarakat menyesuaikan diri dengan alam sekitarnya. Masyarakat tidak memproduksi, melainkan memanfaatkan hasil alam yang sudah tersedia.
·         Keadaan perekonomian masyarakat konsumtif, dimana selain produksi pertanian telah timbul usaha-usaha industri untuk mengubah bahan pertanian menjadi bahan-bahan baru untuk memenuhi kebutuhan hidup yang semakin meningkat.
·         Masyarakat telah mampu memproduksi barang-barang baru sebgai hasil industri mereka ditambah dengan usaha baru berupa pelayanan untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.
·         Keadaan perekonomian masyarakat yang telah melaksanakan usaha sektor pertanian yang maju ditunjang oleh sektor industri dan jasa
·         Sektor pertanian dan industri menjadi sumber produksi utama dengan prioritas pada sektor pertanian.
·         Keadaan perekonomian masyarakat dimana sektor pertanian, industri dan jasa telah maju dengan produksi yang besar.
·         Keadaan perekonomian masyarakat dimana sektor pertanian, industri dan jasa telah maju dan telah memiliki struktur baru dengan prioritas usaha berturut-turut pada sektor industri dan jasa.
·         Keadaan perekonomian masyarakat yang maju dengan prioritas dan sumber produksi utama pada sektor industri yang ditunjang oleh sektor jasa dan pertanian.
·         Keadaan perekonomian masyarakat yang maju dengan prioritas dan produksi utama pada sektor jasa dan ditunjang berturut-turut oleh sektor pertanian dan industri.
·         Pola perekonomian produktif dengan sektor jasa sebagai prioritas dan sumber produksi utama yang ditunjang oleh sektor industri dan pertanian yang maju.
Sumber Daya yang berpotensi dalam pengembangan perekonomian rakyat.
Ada sumber-sumber daya yang berpotensi dalam mengembangkan perekonomian rakyat, diantaranya adalah sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber daya sosial (Soetomo, 2012:187). Ketiga sumber daya tersebut dapat berpengaruh terhadap perkembangan perekonomian rakyat apabila rakyat dapat memanfaatkan sumber daya yang ada tersebut.
Hubungan antara sumber daya dengan pengembangan ekonomi rakyat.
Salah satu faktor yang mempengaruhi perekonomian masyarakat adalah ketersediaan sumber daya alam. Sumber daya alam merupakan penunjang kelangsungan hidup manusia yang hidup di bumi. Sumber daya yang tersedia di sekitar lingkungan masyarakat akan dapat memberikan manfaat dalam peningkatan taraf ekonomi masyarakat apabila masyarakat mampu mengolahnya dengan baik. Potensi sumber daya alam diimbangi dengan sumber daya manusia yang tersedia akan mampu menghasilkan suatu produksi yang nantinya akan meningkatkan perekonomian masyarakat.
Semua yang berada di alam dapat tumbuh dengan baik tanpa memberikan efek dan dampak yang negatif apabila ada keselarasan antara sumber daya alam dengan para pengguna atau masyarakat setempat. Masyarakat mampu memanfaatkan sumber daya yang ada untuk meningkatkan kesejahteraannya. Tujuan pengelolaan sumber daya alam adalah agar tercipta keselarasan antara sumber daya manusia dengan lingkungannya yang pada akhirnya perekonomian masyarakat dapat meningkat dengan adanya pemafaatan sumber daya alam yang tersedia tersebut secara tepat guna dan maksimal.
Memang tidak bisa dipungkiri bahwa perekonomian merupakan sektor paling penting dalam kehidupan rakyat dan perlu dikembangkan untuk memenuhi segala bentuk kebutuhan masyarakat.
Sumber daya sementara
a.       Barang yang menggunakan waktu
Produk yang memerlukan pemakaian waktu dala mengkonsumsinya. Contoh : menonton TV, memancing, golf, tennis (waktu senggang) tidur, perawatan pribadi, pulang pergi (waktu wajib)
b.      Barang penghemat waktu
Produk yang menghemat waktu memungkinkan konsumen meningkatkan waktu leluasa mereka. Contoh : oven microwave, pemotong rumput, fast food.
Sumber daya kognitif
Pengertian sumber daya kognitif adalah kemampuan untuk secara lebih cepat merepresentasikan dunia dan melakukan operasi logis dalam representasi konsep yang berdasar pada kenyataan. Teori ini membahas munculnya dan diperolehnya schemata – skema tentang bagaimana seseorang mempersepsi lingkungannya dalam tahapan – tahapan perkembangan, saat seseorang memperoleh cara baru dalam merepresentasikan informasi secara mental. Teori ini digolongkan ke dalam konstruktivisme.
Kandungan pengetahuan
Kajian Myke mendefinisikan kandungan pengetahuan sebagai “jumlah keupayaan sumber tenaga manusia, asset dan pengalaman kepimpinan, modal teknologi dan maklumat, hubungan kerjasama, harta intelek, stok maklumat serta kebolehan untuk berkongsi pembelajaran dan penggunaan, yang boleh digunakan untuk menjana kekayaan dan meningkatkan daya saing ekonomi”
Organisasi pengetahuan
Pengetahuan konsumen akan mempengaruhi keputusan pembelian. Apa yang dibeli, berapa banyak yang dibeli, dimana membeli dan kapan membeli akan tergantung kepada pengetahuan konsumen mengenai hal – hal tersebut. Pengetahuan konsumen adalah semua informasi yang dimiliki konsumen mengenai berbagai macam produk, serta pengetahuan lainnya yang terkait dan informasi yang berhubungan dengan fungsinya sebagai konsumen.
1.      Pengetahuan tentang karakteristik/atribut produk
2.      Pengetahuan tentang manfaat produk
3.      Pengetahuan tentang kepuasan yang diberikan produk kepada konsumen
Manfaat fungsional, yaitu manfaat yang dirasakan konsumen secara fisiologis
Manfaat psikososial, yaitu aspek psikologis dan aspek sosial yang dirasakan konsumen setelah mengkonsumsi suatu produk.
Mengukur pengetahuan
Cara yang paling nyata dalam mengukur kemampuan pengetahuan adalah menilai secara langsung isi ingatan. Beberapa indikator pengukur pengetahuan, antara lain :
1.      Pengetahuan objektif (objective knowledge)
Pengukuran yang menyadap apa yang benar – benar sudah disimpan oleh konsumen di dalam ingatan.
2.      Pengetahuan subjektif (subjective knowledge)
Dipengaruhi oleh kepercayaan diri seseorang, yaitu bahwa orang yang percaya diri mungkin melaporkan secara berlebihan tingkat pengetahuan mereka (Engel, Blackwell,& Miniard, 1994, p. 331-332)








sumber :